Tatap Muka Terbatas Juli 2021, Ini Saran Dokter Agar Anak Aman Di Sekolah Halaman All

Written by Obit on February 20, 2021 in Bisnis Makanan dan Minuman with no comments.

Hasil survei juga mendapati seventy eight,3 persen sekolah dasar telah melaksanakan pembelajaran tatap muka. Sebanyak 57,8 persen sekolah melaksanakannya di luar sekolah, dan 42,2 persen sekolah tidak melaksanakannya di luar sekolah. Membuat pemetaan risiko adakah siswa dengan komorbid, orang tua siswa dengan komorbid, atau tinggal bersama lansia maupun guru dengan komorbid serta kondisi kesehatan atau medis anak. Anak dengan komorbitas atau penyakit kronik sebaiknya tetap belajar daring.

Terutama untuk jenjang pendidikan usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Tujuan dari rekomendasi ini sebenarnya agar proses belajar mengajar tatap muka langsung itu dapat dilaksanakan ditingkat SD dan MI. Namun bagi SD/MI yang wilayah desa/kelurahannya terpapar covid, maka sesuai rekomendasi terutama level ke-8 SD/MI di desa/Kelurahan diliburkan selama 14 hari, setelah itu baru KBM dilakukan kembali. Skenario pembelajaran nantinya akan diterapkan ke semua sekolah baik tingkat SD, SMP, SMA dengan kapasitas siswa belajar tatap muka tidak lebih dari 50% dari kafasitas ruang kelas. Maksimal SD dan SMP tiap ruang kelas 15 siswa dan untuk PAUD/TK sebanyak 5 orang. Satu jam mata pelajaran hanya berdurasi 30 menit dan maksimal belajar di sekolah tidak lebih dari 3 jam.

Namun, jika satuan pendidikan terindikasi dalam kondisi tidak aman atau tingkat risiko daerah berubah, pemerintah daerah wajib menutup kembali satuan pendidikan. Implementasi dan evaluasi pembelajaran tatap muka adalah tanggung jawab pemerintah daerah yang didukung pemerintah pusat. Dinas pendidikan, dinas kesehatan provinsi atau kabupaten/kota, dan kepala satuan pendidikan wajib berkoordinasi terus dengan satuan tugas percepatan penanganan Covid-19 guna memantau tingkat risiko di daerah. Di luar pelarangan yang berlaku di zona kuning, oranye, dan merah, tahapan pembelajaran tatap muka satuan pendidikan di zona hijau dilaksanakan berdasarkan pertimbangan kemampuan peserta didik dalam menerapkan protokol kesehatan. Sekolah dibebaskan menetapkan pembelajaran tatap muka dilakukan dua atau tiga hari tiap pekan.

Tatap muka bagi anak SD

Sekolah sebaiknya fokus pada perbaikan kemampuan literasi dan numerasi siswa yang menurun selama sekolah ditutup. Setelah keputusan SKB four Menteri ditetapkan, sejumlah sekolah sudah menerapkan kembali pembelajaran tatap muka. Ini dilakukan sejalan dengan program vaksinasi yang diberikan pada guru, dosen, dan tenaga kependidikan yang terus berjalan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim menargetkan semua sekolah sudah melakukan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka mulai Juli 2021. Di sisi lain, Koordinator Nasional Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru , Satriwan Salim mengatakan goal bisa kembali melaksanakan PTM merupakan hal yang sulit. Hal ini berdasarkan vaksinasi yang dianggap dapat membantu pelaksanaan pembelajaran tatap muka di tahun ajaran baru dilakukan agak terlambat.

World Bank mencatat bahwa sebelum pandemi, anak yang lahir di Indonesia diharapkan dapat menyelesaikan sekolah 12,3 tahun tetapi mereka hanya belajar setara dengan 7,9 tahun sekolah, menurut Indeks Modal Manusia dari Bank Dunia. Dengan tidak adanya intervensi pemerintah, penutupan sekolah akibat COVID-19 akan mengurangi angka tersebut di kisaran 7,2 – 7,4 tahun. Alhasil, protokol kesehatan yang dilanggar, baik sengaja maupun tidak sengaja, akan memunculkan resiko penularan infeksi COVID-19. Hal ini dibuktikan Bandar Slot Online oleh peningkatan jumlah kasus yang signifikan pasca pembukaan sekolah di banyak negara, sekalipun negara maju seperti Korea Selatan, Perancis dan Amerika Serikat, menurut IDAI. Dengan rakor tersebut sebagai media penyaluran saran dan masukan yang akan dirumuskan untuk dituangkan dalam regulasi hingga terbentuk Peraturan Bupati tentang pembelajaran tatap muka. Selain itu, pihaknya berharap bahwa anak-anak juga ikut serta memviralkan kebaikan dengan membawa kebiasaan penerapan protokol kesehatan yang dilakukan di sekolah.

Nadiem menyatakan kebijakan pembelajaran tatap muka untuk sekolah mulai tahun 2021 sangat tergantung dengan izin orang tua siswa. Orang tua berhak untuk tidak mengizinkan anaknya masuk sekolah di masa pandemi COVID-19 yang masih belum usai ini. Setiap satuan pendidikan yang akan melaksanakan pembelajaran tatap muka diwajibkan untuk menerapkan poin-poin tersebut untuk memastikan proses belajar mengajar dapat berjalan dengan aman dan nyaman. Selain itu, dalam melaksanakan belajar tatap muka juga harus dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat meskipun pengajar dan peserta didik sudah di vaksin. Selanjutnya, ketika siswa mulai masuk sekolah kembali, sekolah perlu segera melakukan asesmen pembelajaran pada semua siswanya untuk melihat titik awal kemampuan siswa setelah berbulan-bulan menjalani pembelajaran yang minimal dan tidak teratur. Asesmen pembelajaran ini penting dilakukan karena sarana belajar dan dukungan orang tua sangat beragam dalam mendukung siswa menjalani pembelajaran jarak jauh pada masa pandemi.

Mengenali tanda COVID-19 secara mandiri dan tidak melakukan stigmatisasi terhadap teman yang terkena COVID-19. Jika ada anak atau guru atau petugas sekolah yang memenuhi kriteria suspek, harus bersedia melakukan pemeriksaan swab. Sementara itu Mendikbud, Nadiem Makarim menjelaskan, pembukaan sekolah dilakukan bertahap dan tergantung program vaksinasi yang masih berjalan hingga saat ini. PandemiCOVID-19 yang melanda Indonesia sejak bulan Maret 2020 lalu, memaksa masyarakat untuk mengubah pola hidup mereka. Himbauan untuk mengurangi interaksi langsung membuat pemerintah mengeluarkan berbagai larangan. “Tidak pakai istirahat, jadi langsung pulang karena masih di awal-awal dan setahun ini kan tidak di kelas. Untuk tahap pertama, seminggu sekali dulu, berikutnya seminggu dua kali, jadi bertahap ya,” kata Uripasih.

Warga satuan pendidikan disarankan membawa makanan/minuman dari rumah dengan menu gizi seimbang. Setelah dua bulan, kantin diperbolehkan beroperasi dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Para kepala sekolah diimbau untuk memberikan edukasi penerapan protokol kesehatan secara konsisten hingga memastikan seluruh PTM terbatas dilaksanakan dengan memenuhi seluruh protokol kesehatan. Selain itu, ketika anak tak lagi ke sekolah, terjadi peningkatan risiko untuk pernikahan dini, eksploitasi anak terutama perempuan, serta kehamilan remaja.

“Kita sudah siapkan laboratorium kesehatan di Kota Jambi untuk guru test swab secara free of charge,” katanya. “Kita sudah melakukan rapat dengan semua kepala sekolah, mulai PAUD, TK, SD SMP baik negeri maupun swasta. Juga sudah rapat dengan tim gugus tugas untuk memastikan semua sekolah mematuhi dan memenuhi kriteria prokes,” imbuhnya. Proses komunikasi jarak jauh dianggap belum sepenuhnya efektif karena rentan dengan kekeliruan dalam menerima dan mencerna informasi. Artinya informasi yang disampaikan guru belum tentu akan dicerna sama oleh peserta. Hal ini mungkin karena suara yang kurang jelas atau instruksi yang kurang lengkap, serta faktor-faktor lainnya.

Comments are closed.